Breaking News
Perketat Verifikasi Dukungan KPU Patut Lebih Cermat Cegah E-KTP Palsu

Perketat Verifikasi Dukungan KPU Patut Lebih Cermat Cegah E-KTP Palsu

Verifikasi syarat dukungan calon kepala daerah jalur perseorangan perlu diperketat menyusul ditemukan kartu tanda penduduk elektronik palsu. Verifikasi bisa dengan mencocokkan nomor induk kependudukan e-KTP dengan basis data Kementerian Dalam Negeri.
 
“Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo akan segera mengirim surat ke Komisi Pemilihan Umum mengenai hal ini supaya bisa diterapkan mulai pemilihan kepala daerah tahun 2017,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Senin (28/3).
 
Zudan menunjukkan sejumlah e-KTP palsu yang ditemukan di Jakarta Utara (DKI Jakarta) dan Serdang Bedagai (Sumatera Utara). Modus pemalsuan adalah mengganti lapisan depan dari KTP. Ada pula KTP palsu yang dibuat tanpa chip di dalamnya.
 
Modus seperti ini rawan digunakan saat ada orang yang hendak maju dalam pilkada dari jalur perseorangan. Pasalnya, mereka harus mengumpulkan KTP dalam jumlah tertentu sebagai syarat menjadi peserta.
 
Untuk mencegah hal itu terjadi, Zudan menekankan pentingnya nomor induk kependudukan (NIK) pada e-KTP pendukung dicocokkan dengan basis data kependudukan Kemendagri. Dengan cara itu, KPU bisa melihat KTP yang diserahkan oleh bakal calon dari jalur perseorangan, asli atau palsu.
 
Aplikasi khusus yang memungkinkan pengecekan NIK itu telah dibuat Kemendagri. KPU daerah bisa mengecek langsung dalam waktu singkat tanpa perlu khawatir akan mengganggu tahapan pilkada.
 
Zudan mengakui basis data kependudukan belum sepenuhnya sempurna. Hal ini terutama berkaitan dengan data warga yang sudah meninggal karena masih rendahnya kesadaran keluarga melakukan pembaruan data. “Namun, di luar itu, basis data kependudukan kami sudah akurat. Setiap warga Indonesia dipastikan memiliki NIK tunggal,” kata Zudan.
 
Selama basis data belum sempurna, verifikasi e-KTP pendukung melalui pencocokan dan penelitian dengan menemui langsung warga di lapangan perlu dilakukan oleh petugas KPU. Namun, sementara ini petugas KPU masih perlu mencocokkan NIK dengan basis data kependudukan.
 
“Nanti ketika sudah sempurna, pencocokan dan penelitian tidak perlu lagi. KPU cukup mencocokkan NIK e-KTP dengan basis data kami,” kata Zudan.
 
Dalam waktu satu tahun ini, dia berjanji menata data kependudukan supaya lebih akurat. Khusus pelaporan kematian, Zudan telah meminta dinas kependudukan dan catatan sipil di daerah untuk lebih serius mendatanya.
 
Para penjaga makam pun harus rutin mencatatkan warga yang meninggal di buku pokok pemakaman. Buku itu secara periodik dilaporkan ke dinas kependudukan dan catatan sipil.
 
Secara terpisah, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, selama ini dengan mekanisme verifikasi KTP pendukung secara administrasi dan faktual, KPU sudah bisa memilah pemilik KTP yang betul-betul mendukung calon perseorangan, dukungan palsu, atau pemilik KTP yang ternyata fiktif.
 
Meski demikian, KPU akan mempertimbangkan tawaran Kemendagri dan akan segera membahasnya bersama. Selama usulan itu bisa lebih menjamin validitas dukungan pemilik KTP terhadap calon perseorangan, KPU tidak keberatan untuk menerapkannya.
 
Terkait temuan e-KTP palsu, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadil Ramadhanil mengatakan, hal tersebut patut menjadi peringatan bagi penyelenggara pilkada untuk lebih cermat dalam memverifikasi syarat dukungan calon perseorangan saat pilkada.
 
Belum dikirim
 
Terkait proses revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, sampai Senin (28/3), pemerintah belum juga mengirimkannya kepada DPR. Padahal, tahapan penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2017 akan dimulai dua bulan lagi.
 
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP di Kompleks Istana, mengatakan, Presiden Joko Widodo belum menandatangani surat presiden sebagai pengantar draf RUU tersebut. (HAM/APA) sumber : Kompas
Share this:

About admin

Timber by EMSIEN 3 Ltd BG
Perbesar Huruf
Pilihan Warna Kontras